Apalah arti luka yang kupunya, Aku hanya ingin melihatmu bahagia
(Vick Cipoetra Mathan)
“jika kamu
memang mencintaiku seperti yang kamu bilang, dan tidak mau aku menikah
dengannya, kenapa kamu tidak melamarku sebelumnya?” sambil tertunduk lesu, aku
hanya bisa bilang kepadanya : “ Aku belum siap untuk menikahimu”
Goncangan
motor yang ku naiki membangunkanku dari segala kehayalanku tepat di depan pintu
gerbang sekolah SMK Mathla’ul Anwar cibuah, ku bergegas kedepan mesjid untuk
beristirahat sambil mendengarkan musik “Tum Hi Ho” (keberadaanku tanpamu) .
“kita bertemu,
masing-masing terdiam seribu bahasa. Namun hati telah tersenyum berbicara ada
sesuatu yang gembira” saat-saat itulah yang tak pernah ku lupakan.
Ku mandang
suara adzan di telingaku, dan ku bergegas mengambil air wudhu untuk shalat
dzuhur berjamaah dengan siswa SMK Mathla’ul Anwar Cibuah, setelah selesai
shalat, tugaspun menungguku dimana-mana. Ku melangkah ke depan, berdiri tegak
dan berfikir kemanakah aku berjalan untuk mengawali tugasku hari ini, lalu ku
berjalan kearah Rangkasbitung menuju SMKN 1 Rangkasbitung yang bertempat
di Komdik (Komplek Pendidikan) untuk bertemu dengan Operator Sekolah Bpk.
Tatang Johadi. Setelah ku bertemu dengan Pak Tatang Johadi selaku OPS, tugasku
mulai ku kerjakan, namun setelah ku kerjakan dan bertanya, bertanya dan bertanya
tentang pekerjaanku, hanya satu pekerjaan yang bermasalah, dan masalah itu
harus diselesaikan ke Dinas,.
“walaaah
kang, ini mah harus ke dinas, nanti operator dinas akan mereset NPSN yang
dauble “ seru Pa Tatang
Johadi
“Dinas kan
aga lumayan jauh, apa mungkin keburu,? Sekarangkan sudah jam 14:30, sedangkan
Dinas pulang jam 15:00” Tanyaku dalam hati**
Akupun
berputar arah untuk kembali pulang, disaat kuberjalan di atas aspal dan begitu
panas teriknya matahari, sehingga melelehkan cairan dalam tubuhku dan mengalir
dari ujung kepala ke ujung kaki.
“Toooot,
Tooooooot, Toooooooot”
Ku tersentak
oleh sebuah kendaraan yang begitu tinggi (mobil Pertamina) dipermukaan
kendaraan yang ku naiki, dan ku tergiring ke samping sehingga terdiamnya
kendaraan yang ku naiki.
“Astagfirullah,” mulutku berkata dan mengusap
dadaku perlahan-lahan sambil mengatakan “sakmad
doangan nyah ie mobil”
Haripun
semakin sore, ku lanjutkan perjalanan pulangku, tiba-tiba masalahpun muncul
kembali dari arah belakangku,
“tiiiiid,
tidtiiiiiiiiiiid” terdengar
suara telakson motor dibelakangku, ketika ku menengok ke belakang, tiba-tiba
roda depan motor ku tergelincir ketika naik ke aspal, dan hampir saja ku
terjatuh dari motor. Haripun semakin gelap, dan cuacapun tak bersahabat,
sampainya ku di rumah, ku ketuk pintu 3x dari arah depan rumahku.
“Tuk, Tuk,
Tuuk, assalamua’aikum” tak ada
jawaban satu orangpun di dalam rumah
10 menit ku
menunggu, datanglah Bibiku menghampiriku dan berkata,
“Vick, Ibu dan
kakamu menengok teteh ke sajira, adik-adikmu semua pada main”
“lantas
dirumah ada siapa Bii” seruku
bertanya kepada Bibi..
“dirumah tak
ada siapa-siapa Vick” Bibiku menjawab
“ya udah kamu
tunggu di rumah bibi aja dulu, sebelum datang ibumu” seru bibiku
Terpaksa ku
harus menunggu di rumah Bibiku, setibanya di kamar bibiku, terdengar suara dan
bergetar pada kantong celanaku, sepertinya Hpku bunyi, bergegas ku ambil Hpku
di kantong celanaku, mungkin ini ibu sms atau kakaku. Ketika ku buka sms ini,
ternyata bukan dari ibuku, Namun ini sms dari kekasihku, setelah ku baca sms
dari kekasihku, perasaan dan jiwaku terasa lemah yang tak berdaya ketika baca
sms itu.
Ragapun
semakin lemah dan lemah.
Dan ku balas
sms darinya, ku kira ini hanyalah lelucon saja, yang seperti kejadian-kejadian
yang dulu kami alaminya.
“Ya Allah apa
maksud sms ini.?” Tanyaku pada
diri ini.
setelah kami
cekcok di depan Hp, kamipun tak ada yang mau mengalah, sehingga dia tetap ingin
berpisah denganku, ku bertanya pada dirinya,
“kenapa kamu
ingin pisah denganku, coba kamu pikirkan lagi”
”aku tidak mau
lama-lama dalam hubungan ini, jika aku terus menerus menunggumu dalam 5 tahun
aku tunggu, aku ingin kamu segera melamarku” jawaban darinya
Akupun terdiam
dan bernapas dalam-dalam, dan ku hembuskan napasku pelan-pelan sambil
berkata..
“Aku belum
siap untuk menikah” dadaku terasa DAG DIG DUG, ketika mendengar
pertanyaan itu.
Sesudah kami
cekcok dalam sms, diapun ahirnya minta PUTUS dari ku, sungguh aku katakana Berat meninggalkan kenangan-kenangan
yang dulu kita lewati selama 1 tahun ini bersamamu. Tapi mau bagaimana lagi,
keputusanmu sudah terikat pada dirimu, sehingga diriku hanya bisa menerima
kenyataan saja.
Terdengar
suara adzan, yang mengingatkan untuk shalat asar, sampai berhentinya suara
adzan, aku tetap di depan Hp dan menunggu jawaban darinya, sehingga tak ada
jawaban lagi darinya. Jam 16:45 ku pulang kerumah, dan banyak orang di rumahku
yang baru pada datang dari Kp. Gedong Sajira, tibanyaku di rumah, yang pertama
kali bertanya pada ku adalah orang tuaku,
“kamu kenapa
vick” Tanya
ibu padaku
“aku ngga
kenapa-napa bu” jawabku
singkat,
“ya sudah
kalau ngga kenapa-napa, Makan dulu sanah” jawab ibu ku
“masih kenyang
bu” dalam hatiku
berkata “sebenarnya aku lapar
bu tapi aku lagi ngga enak makan” jawabku dengan nada lemas sambil
masuk kamar, dan ku tutup pintu dengan keras, “Bruuuuug”
kakaku manghampiri kamarku, dan perhatian bertanya padaku.
“vick kamu ada
masalah apa sebenarnya” dengan nada
perhatiannya sama aku
Aku tak bisa
bicara apa-apa dengan keluargaku, dengan kondisiku seperti ini, aku hanya bisa
merenung, merenung, dan merenung. Hanya memikirkan satu masalah, yaitu “PERASAAN”
“torok tok tok
tok, Dug, Dug, Dug” ku kira itu
suara pintu, ketika ku menoleh keluar di jendela, ternyata itu suara Bedug
mesjid dan melihat ke atas langit, mataharipun sudah mulai tenggelam,
menandakan waktunya Magrib.
Malampun tiba,
“Vick yu kita
makan” Tanya ibuku
“iya bu duluan
aja” jawabku dengan
lemas, sambil jalan menuju lemariku untuk mengambil ayat suci Al-Quran
Aku tak mau
keluar dari kamarku, Aku Tak
Bisa :’( dalam hatiku
berbicara.
Tibalah
temanku masuk kamarku, sebetulnya kamar ini kamarku, namun selama aku tinggal
di sekolah, kamarku, aku minta sama temanku ditempati dan di jaga, ketika aku
pulang kerumah, pasti aku langsung kekamar mengeram diri dikamar.
Temanku ini
adalah Guru Ngaji di Ponpes Mulia Hai Insani, Ponpes ini milik Bupati Lebak
H.Mulyadi Jayabaya, namun sekarang kota lebak di pimpin oleh Bupati Lebak
yang terpilih yaitu Hj. Iti Octavia Jayabaya merupakan putri dari H.Mulyadi
Jayabaya.
Ketika
Pengasuh / pengurus Ponpes Mulia Hati Insani, keluar dari Ponpes yang dulu ia
Pimpin, setelah terpilihnya Bupati Lebak Hj. Iti Oktavia Jayabaya, Pengasuh
Ponpes itu keluar, dan dengar-dengar katanya Ust. Deden selaku Pengasuh di
Ponpes MHI, membuka Ponpes Modern di daerah Sajira, dan sampai sekarang
berjalan.
Temaku Ust. Baim selaku Ketua Ponpes Laki-laki, ikut keluar ketika dia tak
pernah diperhatikan oleh Pengurus baru yang sekarang ini, ketika dirubahnya
Konsep-konsep / peraturan tata tertib ponpes, para santri disanapun sudah mulai
tak nyaman, hingga adiku Ajiyani pun keluar dari ponpes itu,
Sedikit ku tau
tentang ponpes itu dari cerita temanku Ust. Baim, dan sekarang temanku, tinggal
di rumahku dan menempati kamarku yang dulu aku tempati hingga sekarang ini,
banyak pengalaman yang ku petik dari kehidupan temanku, ku tak sadari kehidupan
dia sama précis dengan kehidupan di keluargaku, tak ku sangka dia begitu dekat
dengan keluargaku, dan banyak membatu keluargaku.
Sedikit demi
sedikit, ku melangkah ke hadapan temanku, ku membisikinya dengan nada
perlahan-lahan ditelinganya, ku berkata..
“tadz bolehkah
aku minta waktumu sebentar” tanyaku
membisikinya dengan alunan nada yang santai.
“boleh,
silahkan ada apa Vick” jawab temanku,
sehingga ayat suci Al-Quran pun ia tutup sebentar.
Ku telah
berdosa mengganggu temanku yang biasa ku panggil Ustadz, sedang
asik-asiknya membaca ayat suci Al-Qur’an.
“Dari mana aku
akan mulai menceritakan tentang aku dan cw itu” dalam hatiku bertanya
Akupun tak mampu untuk ungkapkan semua perasaanku yang selama ini aku pendam,
tapi aku selalu mencoba untuk mengungkapkannya, ku menarik napas
perlahan-lahan, dan mengeluarkannya dengan sangat cepat, sambil berkataaa “Huuuuuuuh”
Tad gimana rasanya ente kalau diputusin pacar..? tanyaku pada temanku “baim” walaah kenapa kau tanyakan itu
vik, sebenarnya ente mau cerita apa dengan ane vik.? Aku merasa malu dan gugup
untuk menceritakan hal ini pada dia “Baim” tetapi aku selalu coba untuk
menceritakannya perlahan lahan.
Tad “baim”
ente taukan sama cewe ane..? tanyaku
kembali
Iyaaa ane tau,
ada apa dengan cewe kamu vik.? Jawab
temanku dan memberikan pertanyaan pada ku.
Dia tad “baim” …………… iya kenapa dengan dia.?
Dia “ceweku”
minta putus dengan ane tad “baim”. Menjawab
dengan lemas
loooh ko
bisaaa, kenapa alasannya dia “cewe” minta putus darimu vik,? Temanku “baim” menjawab dengan nada
yang keres
panjang
ceritanya tad “baim” ceweku memberikan alasa yang singkat, dia “cewe” ingin
hubungannya tak mau lama lama dengan ku, karna permintaan orang tuannya untuk
tak lama lama berpacaran, dan keinginan orang tuannya agar kami secepatnya
menikah.
tapi aku belum siap untuk menikah dengan keadaan usiaku yang masih muda. Dan akupun menolak dengan keinginan orang tuannya, lalu kamipun lepas kontek (komunikasi).
tapi aku belum siap untuk menikah dengan keadaan usiaku yang masih muda. Dan akupun menolak dengan keinginan orang tuannya, lalu kamipun lepas kontek (komunikasi).
Selama ku tak kontekan dengannya, aku dapat kabar dari tetehnya “ceweku” Vik
kenapa dengan hubungan kalian, ada masalah apa terhadap kalian berdua.? Tanya teteh “ceweku” pada ku
Tanya aja sama
orang tua teteh dan sama dia “ceweku”. Jabawku
dengan kesal.
Kamu udahan
dengan dia “cewemu”? saya liat kemaren malam dia “cewemu” jalan sama cowo lain,
saya ga tau itu siapa. Ada apa sebenarnya?
Nanti juga teteh
akan tau sebabnya kenapa.! Jawabku
dengan lemas
Hmmm.. oia vik
katanya dia “cewemu” mau pulang kerumah besok jam 04.00 pagi, sekitar jam 07.00
dia “cewemu” datang dirumah, saya harap kamu kerumah ya, soalnya dia berangkat
dengan cowo itu. Tetehnya menyuruhku
untuk datang kerumah jam 07.00 pagi.
Ok teh makasih
infonya. Jawabku dengan
singkat.
Setibanya aku dirumah ceweku, ketika ku ketuk pintu rumahnya, tak ada satu
orangpun yang menjawab dan tak ada yang membukakan pintu untuk kedatangan ku,
setelah ku tunggu beberapa menit, datanglah orang tuannya “ceweku” di arah
belakangku,.
eeeh ovik, ada apa viik? Tanya ibunya “ceweku” pada ku
eeeh ovik, ada apa viik? Tanya ibunya “ceweku” pada ku
Ga ada apa apa
bu, boleh saya masuk bu.? Jawabku
seolah olah aku tak mau ngobrol di luar.
ooh iya silangkah..! ibunya menyilahkan aku untuk masuk kedalam rumah.
ooh iya silangkah..! ibunya menyilahkan aku untuk masuk kedalam rumah.
Setelahku ngobrol panjang dengan ibunya, tiba tiba terdengan suara motor di
arah depan rumah. Padahal aku sudah tau bahwa mereka akan tiba di rumah. Ibu
“ceweku” terdiam dan perlahan lahan mengeluarkan kata kata . “ko dia “ceweku” pulang hari ini,
emang dia libur?
Mereka
berduapun masuk kedalam rumah, ketika mereka masuk ke dalam rumah dan yang
paling aku perhatiin muka ceweku yang kelihatan malu melihat aku ada dirumahnya.
Ko kamu ada
disini? Ceweku bertanya dengan
muka yang merah dan nada yang gugup
Kebetulan aku
mampir kerumahmu, dan tak sengaja aku ingin sekali kerumahmu, ga tau kenapa..! padahal aku sudah tau maksudku.
Dengan siapa kamu kesini.? Tanyaku
pada dirinya “ceweku” dengan nada yang lembut sambil arahkan muka keatas
Sama temanku,!
kenapa.? Jawab ceweku sambil
bertanya.
Ga kenapa
napa, suruh sini dong masuk jangan diluar. Jawabku
sambil menyuruh cowonya untuk masuk.
Ketika dia
“cowo itu” masuk dan aku bertanya tanya pada dirinya tentang kehidupan dirinya.
Dan setelah ku fikir fikir dia lebih ingin serius untuk menikahi ceweku. Aku
tak bias berbuat apa apa, dengan apa yang sudah dia “cowo itu” katakana pada
diriku, sedangkan aku belum siap untuk menikah.
Dan tak tau
kenapa orang tuanya bilang sama ku, bahwa orang tuanya juga lebih setuju pada
laki laki itu untuk segera menikahi putrinya.
Vikk maaf jika
ini membuat ovik merasa tidak enak di dengarr, dan bapa mohon maaf, yang
sebesar besarnya, karna ini kemauan bapa untuk menikahkan putri bapa.
Aku tak bias
menjawab apa apa jika sudah ada keputusan orang tuannya, aku hanya bias jawab “iya pa, jika itu kemauan bapa, dan
demi kebahagiaan putri bapa, maka laksanakanlah. Yang penting mereka bahagia.
Karena saya masih ingin mengejar karir saya, dan saya pun belum ada niat untuk
menikah karna saya masih muda, dan Saya hanya bisa mendo’akan yang terbaik
untuk mereka”
Haripun semakin siang, dan aku pun sudah mulai tak nyaman didalam rumah,
rasanya ingin terbang melayang diluar sanah. Ketika ku bertanya pada cowo itu…
Kamu sudah
siap untuk menikah bang.? Tanyaku
pada cowo temen ceweku (katanya)
Sudah, saya
sudah menyiapkan untuk kedepannya.! Jawaban
dari pacar ceweku.
Aku hanya
tersenyum mendengar ucapan dari pacar ceweku, hehe :D lalu ku bertanya pada
diriku sendiri ”looh ko bisa
ya, mereka kan baru kenal 1 hari, ko dia berani bilang bahwa dia ingin menikahi
ceweku dalam waktu 1 bulan. Orang toh saya juga belum bisa menentukan akan
seperti apa saya kedepannya, ko dia sudah tau sih kedepannya dia akan seperti
apa.???? Jadi bingung aku.. ya sudah laah, ini kan kemauan orang tuanya.
Hari itupun aku pamitan untuk pulang kerumah, karena hari makin siang perutpun
makin bersiul siul yang tak bisa di tahan laparnya.
Ku putuskan
untuk berhenti di tempat makan yang tak jauh dari arah rumahnya, setelah ku
selesai makan, entah kenapa aku lupa membawa dompet ku, dan terpaksa aku harus
menunda handphonku untuk jaminan makanku. Dan ketika ku bilang pada ibu ibu
yang jualan nasi itu, bahwa aku tak membawa uang.
Bu maaf, saya
lupa ga bawa uang, saya kira saya itu bawa uang, tapi uang saya ketinggalan,
tapi ibu jangan hawatir, saya bawa HP ko untuk jaminan uang makan saya, nanti
saya kesini lagi bu.
Dan ibu
penjual nasi itu pun menjawab “sudah
a, ga apa apa, ga usah di pikirin dan ga usah di bayar juga, jika si aa ga bawa
uang maka inilah pengganti uang si aa”
Subhanallah,
ternyata masih ada orang sebaik ibu penjual nasi yang harganya lebih murah dari
pada penjual nasi di tempat aku kerja.
Bu terimakasih
sudah memberikan nasi geratisnya pada saya, semoga kebaikian ibu akan
terbalaskan oleh Allah SWT.” Amiin…! Sambil
ku berjalan dan menuju pulang..
Itulah kenapa sebabnya ane putus dengan dia “ceweku” tad “baim”. Padahal ane
juga berharap bersama dia “ceweku”, tapii ya mau bagaimana lagii mungkin sudah
takdirnya kami akan berpisah pada waktu itu.
Ooh itu toh
alasannya kenapa ente putusan dengan pacar ente..! jawab temanku sambil senyum senyum.
Sudah viik ga
usah dipikirin, itu tanndanya Allah masih sayang pada dirimu untuk terus
menggapai cita citamu sehingga kamu dipisahkan dengannya agar kamu focus akan
tujuanmu (cita citamu) dan tak menggangu perjalananmu.
Iya tad “baim”
makasih atas waktunya ente sudah memberikan solusi pada ku, untuk tetap tegar. Jawabku sambil mengeluarkan mata
air dipipiku. :’(
Makasiih teman
engkau selalu hadir dalam kesedihan dan kesenangan yang ku alami saat ini, dan
engkau pula yang selalu memberikan solusi untuk hidupku, sehingga aku
termotivasi untuk selalu menjadi orang tegar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar