Favicon

Selasa, 27 Oktober 2015

Nama Kecamatan Kab Lebak

Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada daerah/wilayah/area Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Republik Indonesia.

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Banten
Kota/Kabupaten : Lebak

1. Kecamatan Banjarsari
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Banjarsari di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Bendungan (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Bojongjuruh (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Cibaturkeusik (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Cidahu (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Cilegong Ilir (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Ciruji (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Cisampih (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Gunungsari (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Jalupang Girang (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Kerta (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Kertaraharja (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Keusik (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Kumpay (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Lebakkeusik (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Leuwiipuh (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Tamansari (Kodepos : 42355)

2. Kecamatan Bayah
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bayah di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Bayah Barat (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Bayah Timur (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Cidikit (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Cimancak (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Cisuren (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Darmasari (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Pasirgombong (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Sawarna (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Suwakan (Kodepos : 42393)

3. Kecamatan Bojongmanik
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bojongmanik di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Bojongmanik (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Cimayang (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Harjawana (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Kadurahayu (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Keboncau (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Mekarmanik (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Parakanbeusi (Kodepos : 42363)

4. Kecamatan Cibadak
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cibadak di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Kaduagung Barat (Kodepos : 42318)
- Kelurahan/Desa Kaduagung Timur (Kodepos : 42318)
- Kelurahan/Desa Asem (Kodepos : 42357)
- Kelurahan/Desa Bojongcae (Kodepos : 42357)
- Kelurahan/Desa Bojongleles (Kodepos : 42357)
- Kelurahan/Desa Cibadak (Kodepos : 42357)
- Kelurahan/Desa Cisangu (Kodepos : 42357)
- Kelurahan/Desa Malabar (Kodepos : 42357)
- Kelurahan/Desa Panancangan (Kodepos : 42357)
- Kelurahan/Desa Pasar Keong (Kodepos : 42357)
- Kelurahan/Desa Tambakbaya (Kodepos : 42357)

5. Kecamatan Cibeber
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cibeber di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Cibeber (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Cihambali (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Cikadu (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Cikotok (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Cisungsang (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Citorek Barat (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Citorek Kidul (Ciusul) (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Citorek Tengah (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Citorek Timur (Ciparay) (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Girimukti (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Gunungwangun (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Hegarmanah (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Kujangjaya (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Kujangsari (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Mekarsari (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Neglasari (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Sinargalih (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Situmulya (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Sukamulya (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Warnasari (Kodepos : 42394)
- Kelurahan/Desa Warungbanten (Kodepos : 42394)

6. Kecamatan Cigemblong
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cigemblong di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Cibungur (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Cigemblong (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Cikadongdong (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Cikaret (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Cikate (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Mugijaya (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Peucangpari (Kodepos : 42395)

7. Kecamatan Cihara
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cihara di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Cihara (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Ciparahu (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Citepuseun (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Karangkamulyan (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Lebak Peundeuy (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Mekarsari (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Panyaungan (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Pondokpanjang (Kodepos : 42392)

8. Kecamatan Cijaku
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cijaku di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Ciapus (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Cibeureum (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Cihujan (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Cijaku (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Cikaratuan (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Cimega (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Cipalabuh (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Kandangsapi (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Kapunduhan (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Mekarjaya (Kodepos : 42395)
- Kelurahan/Desa Sukasenang (Kodepos : 42395)

9. Kecamatan Cikulur
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cikulur di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Anggalan (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Cigoong Selatan (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Cigoong Utara (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Cikulur (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Curugpanjang (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Muaradua (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Muncangkopong (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Parage (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Pasirgintung (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Sukadaya (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Sukaharja (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Sumurbandung (Kodepos : 42356)
- Kelurahan/Desa Taman Jaya (Kodepos : 42356)

10. Kecamatan Cileles
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cileles di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Cikareo (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Cileles (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Cipadang (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Daroyon (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Gumuruh (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Kujangsari (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Margamulya (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Mekarjaya (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Parungkujang (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Pasindangan (Kodepos : 42353)
- Kelurahan/Desa Prabugantungan (Kodepos : 42353)

11. Kecamatan Cilograng
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cilograng di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Cibareno (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Cijengkol (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Cikamunding (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Cikatomas (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Cilograng (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Cireundeu (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Girimukti (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Gunungbatu (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Lebaktipar (Kodepos : 42393)
- Kelurahan/Desa Pasirbungur (Kodepos : 42393)

12. Kecamatan Cimarga
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cimarga di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Cimarga (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Girimukti (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Gunung Anten (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Inten Jaya (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Jayamanik (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Jayasari (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Karya Jaya (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Marga Jaya (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Margaluyu (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Margatirta (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Mekar Jaya (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Sangiang Jaya (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Sangkan Manik (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Sarageni (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Sudamanik (Kodepos : 42361)
- Kelurahan/Desa Tambak (Kodepos : 42361)

13. Kecamatan Cipanas
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cipanas di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Bintangresmi (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Bintangsari (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Cipanas (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Giriharja (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Girilaya (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Harumsari (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Haurgajrug (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Jayapura (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Luhurjaya (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Malangsari (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Pasirhaur (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Sipayung (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Sukasari (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Talagahiang/Talagahiyang (Kodepos : 42372)

14. Kecamatan Cirinten
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cirinten di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Badur (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Cempaka (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Cirinten (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Datarcae (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Kadudamas (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Karangnunggal (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Nangerang (Kodepos : 42363)
- Kelurahan/Desa Parakanlima (Kodepos : 42363)

15. Kecamatan Curugbitung
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Curugbitung di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Candi (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Ciburuy (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Cidadap (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Cilayang (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Cipining (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Curugbitung (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Guradog (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Lebakkasih (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Mayak (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Sekarwangi (Kodepos : 42381)

16. Kecamatan Gunung Kencana
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Gunung Kencana di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Bojongkoneng (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Bulakan (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Ciakar (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Cicaringin (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Ciginggang (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Cimanyangray (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Cisampang (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Gunung Kencana (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Gunungkendeng (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Keramatjaya/Kramatjaya (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Sukanegara (Kodepos : 42354)
- Kelurahan/Desa Tanjungsari Indah (Kodepos : 42354)

17. Kecamatan Kalanganyar
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kalanganyar di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Cikatapis (Kodepos : 42311)
- Kelurahan/Desa Aweh (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Cilangkap (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Kalanganyar (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Pasirkupa (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Sangiang Tanjung (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Sukamekarsari (Kodepos : 42312)

18. Kecamatan Lebakgedong
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lebakgedong di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 42355)
- Kelurahan/Desa Banjar Irigasi (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Ciladaeun (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Lebakgedong (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Lebaksangka (Kodepos : 42372)
- Kelurahan/Desa Lebaksitu (Kodepos : 42372)

19. Kecamatan Leuwidamar
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Leuwidamar di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Bojong Menteng (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Cibungur (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Cisimeut (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Cisimeut Raya (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Jalupang Mulya (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Kanekes (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Lebak Parahiang (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Leuwidamar (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Margawangi (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Nayagati (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Sangkanwangi (Kodepos : 42362)
- Kelurahan/Desa Wantisari (Kodepos : 42362)

20. Kecamatan Maja
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Maja di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Binong (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Cilangkap (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Curug Badak (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Gubugcibeureum (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Maja (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Mekarsari (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Padasuka (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Pasir Kecapi (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Pasir Kembang (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Sangiang (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Sindangmulya (Kodepos : 42381)
- Kelurahan/Desa Tanjung Sari (Kodepos : 42381)

21. Kecamatan Malingping
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Malingping di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Cipeundeuy (Kodepos : 42313)
- Kelurahan/Desa Bolang (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Cilangkahan (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Kadujajar (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Kersaratu (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Malingping Selatan (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Malingping Utara (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Pagelaran (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Rahong (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Sanghiang (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Senanghati (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Sukamanah (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Sukaraja (Kodepos : 42391)
- Kelurahan/Desa Sumber Waras (Kodepos : 42391)

22. Kecamatan Muncang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Muncang di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Cikarang (Kodepos : 42364)
- Kelurahan/Desa Ciminyak (Kodepos : 42364)
- Kelurahan/Desa Karangcombong (Kodepos : 42364)
- Kelurahan/Desa Leuwicoo (Kodepos : 42364)
- Kelurahan/Desa Muncang (Kodepos : 42364)
- Kelurahan/Desa Pasirnangka (Kodepos : 42364)
- Kelurahan/Desa Sindangwangi (Kodepos : 42364)
- Kelurahan/Desa Sukanagara (Kodepos : 42364)

23. Kecamatan Panggarangan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Panggarangan di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Cimandiri (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Gunung Gede (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Hegarmanah (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Jatake (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Mekarjaya (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Panggarangan (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Sindangratu (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Situragen (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Sogong (Kodepos : 42392)
- Kelurahan/Desa Sukajadi (Kodepos : 42392)

24. Kecamatan Rangkasbitung
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Rangkasbitung di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Muara Ciujung Barat (Kodepos : 42311)
- Kelurahan/Desa Cimangeungteung (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Citeras (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Kolelet Wetan (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Mekarsari (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Nameng (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Pabuaran (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Pasirtanjung (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Rangkasbitung Barat (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Sukamanah (Kodepos : 42312)
- Kelurahan/Desa Rangkasbitung Timur (Kodepos : 42313)
- Kelurahan/Desa Muara Ciujung Timur (Kodepos : 42314)
- Kelurahan/Desa Jatimulya (Kodepos : 42315)
- Kelurahan/Desa Cijoro Pasir (Kodepos : 42316)
- Kelurahan/Desa Cijoro Lebak (Kodepos : 42317)

25. Kecamatan Sajira
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sajira di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Bangunmekar (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Calungbungur (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Ciuyah (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Maraya (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Margaluyu (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Mekarsari (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Paja (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Pajagan (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Parungsari (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Sajira (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Sajiramekar (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Sindangsari (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Sukajaya (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Sukamarga (Kodepos : 42371)
- Kelurahan/Desa Sukarame (Kodepos : 42371)

26. Kecamatan Sobang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sobang di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Sindanglaya (Kodepos : 42315)
- Kelurahan/Desa Cilebang (Kodepos : 42318)
- Kelurahan/Desa Cirompang (Kodepos : 42318)
- Kelurahan/Desa Citujah (Kodepos : 42318)
- Kelurahan/Desa Hariang (Kodepos : 42318)
- Kelurahan/Desa Majasari (Kodepos : 42318)
- Kelurahan/Desa Sobang (Kodepos : 42318)
- Kelurahan/Desa Sukajaya (Kodepos : 42318)
- Kelurahan/Desa Sukamaju (Kodepos : 42318)
- Kelurahan/Desa Sukaresmi (Kodepos : 42318)

27. Kecamatan Wanasalam
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Wanasalam di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Bejod (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Cikeusik (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Cilangkap (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Cipedang (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Cipeucang (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Cisarap (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Karangpamindangan (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Ketapang (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Muara (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Parungpanjang (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Parungsari (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Sukatani (Kodepos : 42396)
- Kelurahan/Desa Wanasalam (Kodepos : 42396)

28. Kecamatan Warunggunung
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Warunggunung di Kota/Kabupaten Lebak, Provinsi Banten :
- Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Baros (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Cempaka (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Cibuah (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Jagabaya (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Padasuka (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Pasirtangkil (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Selaraja (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Sindangsari (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Sukaraja (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Sukarendah (Kodepos : 42352)
- Kelurahan/Desa Warunggunung (Kodepos : 42352)

Kembali Ke :
-
 List Nama Kecamatan, Kelurahan, Desa dan Kode Pos di Seluruh Indonesia
-
 List Nama Kecamatan, Kelurahan, Desa dan Kode Pos di Provinsi Banten
ARTIKEL TERKAIT :
·                     Daftar Kota yang Ada di Sekitar Jakarta Kota Metropolitan
·                     Daftar Slogan/Motto/Semboyan Provinsi di Indonesia
·                     Hal-Hal yang Harus Dicek / Diperiksa Sebelum Tidur di Malam Hari

UNSUR UNSUR MENYIMAK

UNSUR-UNSUR MENYIMAK

Kegiatan menyimak merupakan kegiatan yang cukup kompleks karena sangat bergantung kepada berbagai unsur yang mendukung. Yang dimaksudkan dengan unsur dasar ialah unsur pokok yang menyebabkan timbulnya komunikasi dalam menyimak. Setiap unsur merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan unsur yang lain. Unsur-unsur dasar menyimak ialah (1) pembicara, (2) penyimak, (3) bahan simakan, dan (4) bahasa lisan yang digunakan. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing unsur itu.

1. Pembicara
Yang dimaksudkan dengan pembicara ialah orang yang menyampaikan pesan yang. berupa informasi yang dibutuhkan oleh penyimak. Dalam komunikasi lisan, pembicara ialah narasumber pembawa pesan, sedang lawan bicara ialah orang yang menerima pesan (penyimak).
Dalam aktivitasnya, seorang penyimak sering melakukan. kegiatan menulis dengan mencatat hal-hal penting selama melakukan kegiatan menyimak. Catatan tersebut merupakan pokok-pokok pesan yang disampaikan pembicara kepada penyimak. Fungsi catatan tersebut ialah sebagai berikut.

a. Meninjau Kembali Bahan Simakan (Reviu)
Kegiatan meninjau kembali bahan simakan merupakan salah satu ciri penyimak kritis. Pada kegiatan ini, penyimak mencermati kembali bahan simakan yang telah diterima melalui catatan seperti: topik, tema, dan gagasan lain yang menunjang pesan yang disampaikan pembicara. Di samping itu penyimak dapat memprediksi berdasarkan pesan-pesan yang telah disampaikan pembicara.

b. Menganalisis Bahan Simakan Pada dasarnya menyimak ialah menerima pesan, namun dalam kenyataannya seorang penyimak tidak hanya menerima pesan begitu saja, ia juga berusaha untuk menganalisis pesan yang telah diterimanya itu. Kegiatan analisis ini dilakukan untuk membedakan ide pokok, ide bawahan, dan ide penunjang.

c. Mengevaluasi Bahan Simakan Pada tahap akhir kegiatan menyimak ialah mengevaluasi hasil simakan. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara:

1) Kekuatan Bukti
 
Untuk membenarkan pernyataan pembicara, penyimak harus mengevaluasi bukti-bukti yang dikatakan pembicara. Jika bukti-bukti itu cukup kuat, apa yang dikatakan pembicara itu benar.

2) Validitas Alasan Jika pernyataan pembicara diikuti. dengan alasan-alasan yang kuat, terpercaya, dan logis, dapat dikatakan bahwa alasan itu validitasnya tinggi.

3) Kebenaran Tujuan
 
Penyimak harus mampu menemukan tujuan pembicara. Di samping itu, ia juga harus mampu membedakan penjelasan dengan keterangan inti, sikap subjektif dengan sikap objektif. Setelah itu ia akan mampu mencari tujuan pembicaraan (berupa pesan).

2. Penyimak

Penyimak yang baik ialah penyimak yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak dan luas. Jika penyimak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak dan luas, ia dapat melakukan kegiatan menyimak dengan baik. Selain itu, penyimak yang baik ialah penyimak yang dapat melakukan kegiatan menyimak dengan intensif. Penyimak seperti itu akan selalu mendapatkan pesan pembicara secara tepat. Hal itu akan lebih sempurna jika ia ditunjang oleh, pengetahuan dan pengalamannya. Kamidjan (2001:6) rnenyatakan bahwa penyimak yang baik ialah penyimak yang memiliki dua sikap, yaitu sikap objektif dan sikap kooperatif.

a. Sikap Objektif
 
Yang dimaksudkan dengan sikap objektif ialah pandangan penyimak terhadap bahan simakan. Jika bahan simakan itu baik, ia akan menyatakan baik, demikian pula sebaliknya. Penyimak sebaiknya tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal di luar kegiatan manyimak, seperti pribadi pembicara, ruang, suasana, sarana dan prasarana.

b. Sikap Kooperatif
 
Sikap kooperatif ialah sikap penyimak yang siap bekerjasama dengan pembicara untuk keberhasilan komunikasi tersebut. Sikap yang bermusuhan atau bertentangan dengan pembicara akan menimbulkan kegagalan dalam menyimak. Jika hal itu yang terjadi, maka penyimak tidak akan mendapatkan pesan dari pembicara. Sikap yang baik ialah sikap berkoperatif dengan pembicara.
 

3. Bahan simakan
 
Bahan simakan merupakan unsur terpenting dalam komunikasi lisan, terutama dalam menyimak. Yang dimaksudkan dengan bahan simakan ialah pesan yang disampaikan pembicara kepada penyimak. Bahan simakan itu dapat berupa konsep, gagasan, atau informasi. Jika pembicara tidak dapat menyampaikan bahan simakan dengan baik, pesan itu tidak dapat diserap oleh penyimak yang mengakibatkan terjadinya kegagalan dalam komunikasi.

Untuk menghindari kegagalan, perlu dikaji ulang Bahan simakan dengan cara berikut.
a. Menyimak Tujuan Pembicara
 
Langkah pertama penyimak dalam melakukan kegiatan menyimak ialah mencari tujuan pembicara. Jika hal itu telah dicapai, ia akan lebih gampang untuk mendapatkan pesan pembicara. Jika hal itu tidak ditemukan, ia .akan mengalami kesulitan. Tujuan yang akan dicapai penyimak ialah untuk mendapatkan fakta, mendapatkan inspirasi, menganalisis gagasan pembicara, mengevaluasi, dan mencari hiburan.

b. Menyimak Urutan Pembicaraan
 
Seorang penyimak harus berusaha mencari urutan pembicaraan. Hal itu dilakukan untuk memudahkan penyimak mencari pesan pembicara. Walaupun pembicara berkata agak cepat, penyimak dapat mengikuti dengan hati-hati agar mendapatkan gambaran tentang urutan penyajian bahan. Urutan penyajian terdiri atasa tiga komponen, yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Pada bagian pembukaan lingkup permasalahan yang akan dibahas. Bagian isi terdiri atas uraian panjang lebar permasalahan yang dikemukakan pada bagian pendahuluan. Pada bagian penutup berisi simpulan hasil pembahasan.

c. Menyimak Topik Utama Pembicaraan
 
Topik utama ialah topik yang selalu dibicarakan, dibahas, dianalisis s pembicaraan berlangsung. Dengan mengetahui topik utama, penyimak memprediksi apa saja yang akan dibicarakan dalam komunikasi tersebut. penyimak satu profesi dengan pembicara, is tidak akan kesulitan untuk mener topik utama. Sebuah topik uta.-na memiliki ciri-ciri: menarik perhatian pen) bermanfaat bagi penyimak, dan akrab dengan penyimak.

d. Menyimak Topik Bawahan
 
Setelah penyimak menemukan topik utama, langkah selanjutnya ialah mencari topik-topik bawahan. Umumnya pembicara akan membagi topik utama itu menjadi beberapa topik bawahan. Hal itu dilakukan agar pesan yang disampaikan dapat dengan mudah dicerna oleh penyimak. Penyimak dapat mengasosiasikan topik utama itu dengan sebuah pohon besar, topik bawahan ialah dahan dan ranting pohon tersebut. Dengan demikian penyimak yang telah mengetahui topik utama, dengan mudah akan mengetahui topik-topik bawahannya.

e. Menyimak Akhir Pembicaraan
 
Akhir pembicaraan biasanya terdiri atas: simpulan, himbauan, dan saran-saran. Jika pembicara menyampaikan rangkuman, maka tugas penyimak ialah mencermati rangkuman yang telah disampaikan pembicara tersebut. Jika pem bicara menyampaikan simpulan, maka penyimak mcncocokkan catatannya dengan simpulan yang disampaikan pembicara. Dalam hal itu perlu dicermati juga tentang simpulan. yang tidak sama, yaitu simpulan yang dibuat pembicara dan penyimak. Jika pembicara hanya menyampaikan himbauan, penyimak harus memperhatikan himbuan itu secara cermat dan teliti.

JENIS JENIS MENYIMAK

JENIS MENYIMAK

Menyimak ada berbagai macam jenis. Namun beberapa jenis tersebut dibedakan berdasarkan kriteria tertentu, yakni berdasarkan suber suara, berdasarkan bahan simak, dan berdasarkan pada titik pandang aktivitas menyimak
1)     Berdasarkan Sumber Suara
Berdasarkan sumber suara yang disimak, dikenal dua jenis nama penyimak yaitu intrapersonal listening atau menyimak intrapribadi dan interpersonal listening atau menyimak antarpribadi.
Sumber suara yang disimak dapat berasal dari diri kita sendiri. Ini terjadi di saat kita menyendiri merenungkam nasib diri, menyesali perbuatan sendiri, atau berkata-kata dengan diri sendiri. Jenis menyimak yang seperti inilah yang disebut intrapersonal listening.
Sumber suara yang disimak dapat pula berasal dari luar diri penyimak. Menyimak yang seperti inilah yang paling banyak kita lakukan misalnya dalam percakapan, diskusi, seminar, dan sebagainya. Jenis menyimak yang seperti ini disebut interpersonal listening.
2)     Berdasarkan Cara Penyimakan
Berdasarkan cara penyimakannya, menyimak dibagi menjadi dua ragam, yakni menyimak intensif dan menyimak ekstensif.
  1. Menyimak intensif
Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam. Dengan cara menyimak yang intensif, penyimak melakukan penyimakan dengan penuh perhatian, ketelitian, dan ketekunan, sehingga penyimak memahami secara luas bahan simakannya. Jenis menyimak seperti ini dibagi atas beberapa jenis, yaitu :
  • Menyimak kritis, bertujuan untuk memperoleh fakta yang diperlukan. Penyimak menilai gagasan, ide, informasi dari pembicara. Contoh: orang yang menghadiri seminar akan memberikan tanggapan terhadap isi seminar.
  • Menyimak introgatif, merupakan kegiatan menyimak yang menuntut konsentrasi dan selektivitas, pemusatan perhatian karena penyimak akan mengajukan pertanyaan setelah selesai menyimak. Contoh: seseorang yang diinterogasi oleh polisi karena telah melakukan kejahatan.
  • Menyimak penyelidikan, yakni sejenis menyimak dengan tujuan menemukan. Contoh: seorang yang masih diduga telah membunuh orang lain sedang diselidiki oleh polisi dengan mengutarakan beberapa pertanyaan yang harus di jawab. Maka polisi melakukan menyimak penyelidikan saat sang tersangka menjawab pertanyaannya.
  • Menyimak kreatif, mempunyai hubungan erat dengan imajinasi seseorang. Penyimak dapat menangkap makna yang terkandung dalam puisi dengan baik karena ia berimajinasi dan berapresiasi terhadap puisi itu.
  • Menyimak konsentratif, merupakan kegiatan untuk menelaah pembicaraan/hal yang disimaknya. Hal ini diperlukan konsentrasi penuh dari penyimak agar ide dari pembicara dapat diterima dengan baik. Contoh: saat mahasiswa melaksanakan tes toefl sesi listening, ia melakukan simak konsentratif agar dapat memahami maksud sang pembicara dengan tepat.
  • Menyimak selektif, yakni kegiatan menyimak yang dilakukan dengan menampung aspirasi dari penutur / pembicara dengan menyeleksi dan membandingkan hasil simakan dengan hal yang relevan. Contoh: menyimak acara televisi dan memilah-milah mana yang boleh ditonton oleh anak kecil dan mana yang dilarang.
  1. Menyimak ekstensif
adalah proses menyimak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: menyimak radio, televisi, percakapan orang di pasar, pengumuman, dan sebagainya. Menyimak siperti ini sering pula diartikan sebagai kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal-hal yang umum dan bebas terhadap suatu bahasa. Dalam prosesnya di sekolah tidak perlu langsung di bawah bimbingan guru. Pelaksanaannya tidak terlalu dituntut untuk memahami isi bahan simakan. Bahan simakan perlu dipahami secara sepintas, umum, garis besarnya saja atau butir-butir yang penting saja. Jenis menyimak ekstensif dapat dibagi empat:
  • Menyimak sekunder, yakni sejenis mendengar secara kebetulan, maksudnya menyimak dilakukan sambil mengerjakan sesuatu.
Contoh : Ahmad sedang mencuci motor tanpa sadar ia mendengar Ibunya bercerita di teras dengan tetangganya.
  • Menyimak estetik, yakni penyimak duduk terpaku menikmati suatu pertunjukkan misalnya, lakon drama, cerita, puisi, baik secara langsung maupun melalui radio. Secara imajinatif penyimak ikut mengalami, merasakan karakter dari setiap pelaku.
  • Menyimak pasif, merupakan penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya penyimak.
Contoh : Tukang Becak yang biasa mengantar turis secara tidak langsung pandai berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
  • Menyimak sosial, berlangsung dalam situasi sosial, misalnya orang mengobrol, bercengkrama mengenai hal-hal menarik perhatian semua orang dan saling menyimak satu dengan yang lainnya, untuk merespon yang pantas, mengikuti bagian-bagian yang menarik dan memperlihatkan perhatian yang wajar terhadap apa yang dikemukakan atau dikatakan orang.
3)     Berdasarkan Titik Pandang Aktivitas menyimak
Menyimak Berdasarkan pada titik pandang aktivitas penyimak dapat diklarifikasikan:
  1. Kegiatan menyimak bertarap rendah
Kegiatan menyimak bertaraf rendah berupa penyimak baru sampai pada kegiatan memberikan dorongan, perhatian, dan menunjang pembicaraan. Biasanya aktivitas itu bersifat nonverbal seperti mengangguk-angguk, senyum, sikap tertib dan penuh perhatian atau melalui ucapan-ucapan pendek seperti benar, saya setuju, ya, ya dan sebagainya. Menyimak dalam taraf rendah ini dikenal dengan nama silent listening.
Contoh: siswa yang sedang mendengarkan penjelasan dari guru, yang hanya menunjukkan respon mengangguk, tersenyum, dan sebagainya.
  1. Kegiatan menyimak bertaraf tinggi
Aktivitas menyimak yang bertaraf tinggi, penyimak sudah dapat mengutarakan kembali isi bahan simakan. Pengutaraan kembali isi bahan simakan menandakan bahwa penyimak sudah memahami isi bahan simakan. Jenis menyimak seperti ini disebut dengan nama active listening.
Contoh: setelah siswa menerima pembelajaran, secara bergantian siswa mengutarakan apa yang didapatnya pada hari itu.
4)     Berdasarkan taraf hasil simakan
Berdasarkan taraf hasil simakan, terdpat beberapa ragam, antara lain:
  1. Menyimak terpusat
Menyimak terpusat adlah menyimak suatu aba-aba atau perintah untuk mengetahui kapan harus ulai melaksanakan sesuatu yang diperintahkan.
Contoh: ketika belajar membuat kue, saya selalu mendengarkan intruksi dari ibu kapan saya harus memasukkan telur, kapan harus memengeluarkan adonan dari oven, dan sebagainya.
  1. Menyimak untuk membandingkan
Penyimak menyimak pesan tersebut kemudian membandingkan isi pesan tersebut dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak yang relevan.
Contoh: kemarin sore, saya mendengarkan siaran berita yang memberitakan seorang siswa MAN yang kepergok membawa minuman kers ke sekolah. Setelah mendengar itu, saya kemudian membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan saya bahwa siswa MAN adalah siswa yang dikenal religi. Tapi hal ini berlawanan dengan berita yang saya dengarkan. Maka saya membandingkannya.
  1. Menyimak organisasi materi
Yang dipentingkan oleh penyimak disini ialah mengetahui organisasi pikiran yang disampaikan pembaca, baik ide pokoknya maupun ide penunjangnya.
Contoh: saya mengikuti seminar proposal skripsi teman saya, berarti saya telah melakukan kegiatan menyimak organisasi materi karena saya tahu ide-ide yang disampaikannya.
  1. Menyimak kritis
Menyimak kritis (critical listening) adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupa untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan berar dan ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat.
Contoh: ketika mangikuti seminar proposal skripsi, karena ada hal yang kurang bisa diterima dan dimengerti, maka saya meminta pada nara sumber untuk menjelaskan maksudnya.
  1. Menyimak kreatif dan apresiatif
Menyimak kreatif (creative listening) adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatit para penyimak terhadap bunyi, penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya.
Contoh: suatu saat saya mendengarkan acara TV “hidup ini indah”. Setelah menyimak acara tersebut, saya jadi terinspirasi untuk menjadi seorang wirausaha sukses.
5)     Berdasarkan tujuan menyimak
Ada enam macam ragam menyimak berdasarkan tujuan menyimak, yakni:
  1. Menyimak sederhana
Menyimak sederhana terjadi dalam percakapan dengan teman atau percakapan melalui telepon.
  1. Menyimak deskriminatif
Menyimak untuk membedakan suara atau perubahan suara.
Contoh: orang yang marah mengeluarkan nada suara yang berbeda dengan orang yang sedang bergembira.
  1. Menyimak santai
Menyimak untuk tujuan kesenangan.
Contoh: menyimak film, drama, komedi, dan sebagainya.
  1. Menyimak informatif
Menyimak untuk mencari informasi.
Contoh: menyimak siaran berita, menyimak pengumuman, dan sebagainya.
  1. Menyimak literatur
Menyimak untuk mengorganisasikan gagasan.
Contoh: membahas hasil penemuan.
  1. Menyimak kritis
Menyimak untuk menganalisis tujuan pembicara.
Contoh: dalam debat terbuka, ada dua pihak yang saling meminta kebenaran atas topik yang dibahas.
6)     Berdasarkan tujuan khusus
Ada tujuh ragam menyimak berdasarkan tujuan khusus, yakni:
  1. Menyimak untuk belajar
Melalui kegiatan menyimak seseorang mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan. Contohnya: siswa yang menyimak penjelasan guru.
  1. Menyimak untuk menghibur
Penyimak menyimak untuk menghibur dirinya. Contohnya: menyimak film, drama komedi, dan sebagainya.
  1. Menyimak untuk menilai
Penyimak mendengarkan dan memahami isi simakan kemudian mengkaji, menguji, dan membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak. Contoh: menyimak fakta yang disiarkan di berita TV.
  1. Menyimak apresiatif
Penyimak memahami, menghayati, mengapresiasi materi simakan. Contoh: menyimak pembacaan puisi, cerpen, drama, dsb.
  1. Menyimak untuk mengomunikasikan ide dan perasaan
Penyimak memahami, merasakan gagasan, ide, dan perasaan pembicara. Contoh: orang yang sedang mendengarkan curahan hati sahabatnya.
  1. Menyimak deskriminatif
Menyimak untuk membedakan suara atau bunyi. Contoh: perbedaan suara orang yang sedang bergembira dan orang yang sedang marah.
  1. Menyimak pemecahan masalah
Penyimak mengikuti uraian pemecahan masalah secara kreatif dan analitis yang disampaikan oleh pembaca. Contoh: seorang psikolog yang mendengarkan keluhan pasiennya dan berusaha memberikan solusi terhadap masalah pasien tersebut.
Sumber

Minggu, 25 Oktober 2015

Penyusunan Makalah Yang Benar

SUSUNAN FORMAT MAKALAH/PAPER

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN DAFTAR ISI
HALAMAN GAMBAR/GRAFIK (JIKA ADA)


BAB I : PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Berisi tentang alasan pemilihan tema dalam pembuatan paper/makalah.


1.2. TUJUAN
Berisi tentang tujuan yang akan dicapai dengan pembuatan makalah/paper.


1.3. RUANG LINGKUP MATERI
Berisi tentang ilmu atau teori yang berkaitan dengan tema yang diambil dalam makalah/paper.


BAB II : DASAR TEORI/LANDASAN TEORI
Berisi tentang pembahasan dan penelitian tentang ilmu ataupun teori yang sudah pernah dibahas oleh para ahli berkaitan dengan tema makalah/paper yang dipilih. Materi yang dibahas secara teoritis dikaitkan dengan aplikasi praktis teori/ilmu tersebut dalam kenyataan kehidupan keseharian.
Untuk menuliskan teori yang diambil dari para ahli jangan lupa mencantumkan nama, tahun atau buku yang pernah memuat teori tersebut. Sehingga sumber/nara sumbernya jelas dan tidak diragukan. Kalau membuat kutipan harap mencantumkan pula halaman di mana kutipan tersebut diambil.


BAB III : PEMBAHASAN


Berisi tentang data yang diperoleh di lapangan/kenyataan dan dikaitkan dengan ilmu atau teori yang sudah ada. Jika ada kesesuaian dibahas lebih lanjut dan dapat pula dimasukkan pendapat pribadi yang berkaitan erat dengan tema/usulan/saran/gagasan/ide.
Jika memang ditemukan ketidaksesuaian antara teori atau ilmu yang sudah ada dengan kenyataan di lapangan, hal ini juga perlu dibahas untuk melihat mengapa hal ini dapat terjadi.Dapat pula dimasukkan pendapat pribadi berkaitan erat dengan tema/usulan/saran/gagasan/ide sehingga antara kenyataan dengan ilmu yang ada, baik yang ada hubungannya maupun tidak, dapat dijelaskan dengan baik dan rinci.

BAB IV : PENUTUP
4.1. KESIMPULAN
Berisi tentang simpulan akhir dari pembahasan yang sudah dibuat. Penulisan kesimpulan singkat dan jelas, tidak panjang seperti pembahasan.



4.2. USUL DAN SARAN
Dapat juga dimasukkan usulan dan saran dari penulis yang sudah dimunculkan dalam pembahasan.


DAFTAR PUSTAKA
Berisi seluruh sumber yang digunakan dalam pembuatan makalah/paper. Daftar pustaka berupa buku, surat kabar, majalah, informasi dari situs internet dan lain-lain. Penulisannya secara lengkap dan mengikuti kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.


LAMPIRAN
Berisi seluruh gambar/foto ataupun grafik atau juga data yang mendukung dalam pembuatan makalah.


Font: New Times Roman
Size: 12 pt
Spasi: 1.5
Kertas: F4
Jumlah Halaman: minimal 25 halaman (isi) tidak termasuk daftar isi, kt pengantar, dsb

MAKALAH Keterampilan Menyimak

MAKALAH
KETERAMPILAN MENYIMAK
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah “Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia”

 






                           Disusun oleh :

Kelompok 2
Nama               : 
Ă˜  Madropik
Ă˜  Ikbaludin
Ă˜  Siti Nurjanah
Ă˜  Sri Rahayu
Ă˜  Siska Aryanti
Kelas                :  B
Semester        :  V
Jurusan           :  Diksatrasiada

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATHLA’UL  ANWAR (BANTEN)
TAHUN AKADEMIK
2015/2016


Jumat, 23 Oktober 2015

Cintaku Kandas Di Penghujung Tahun 2014


Apalah arti luka yang kupunya, Aku hanya ingin melihatmu bahagia
(Vick Cipoetra Mathan)



“jika kamu memang mencintaiku seperti yang kamu bilang, dan tidak mau aku menikah dengannya, kenapa kamu tidak melamarku sebelumnya?” sambil tertunduk lesu, aku hanya bisa bilang kepadanya : “ Aku belum siap untuk menikahimu”

Goncangan motor yang ku naiki membangunkanku dari segala kehayalanku tepat di depan pintu gerbang sekolah SMK Mathla’ul Anwar cibuah, ku bergegas kedepan mesjid untuk beristirahat sambil mendengarkan musik “Tum Hi Ho” (keberadaanku tanpamu) .

“kita bertemu, masing-masing terdiam seribu bahasa. Namun hati telah tersenyum berbicara ada sesuatu yang gembira” saat-saat itulah yang tak pernah ku lupakan.

Ku mandang suara adzan di telingaku, dan ku bergegas mengambil air wudhu untuk shalat dzuhur berjamaah dengan siswa SMK Mathla’ul Anwar Cibuah, setelah selesai shalat, tugaspun menungguku dimana-mana. Ku melangkah ke depan, berdiri tegak dan berfikir kemanakah aku berjalan untuk mengawali tugasku hari ini, lalu ku berjalan kearah Rangkasbitung menuju SMKN 1 Rangkasbitung  yang bertempat di Komdik (Komplek Pendidikan) untuk bertemu dengan Operator Sekolah Bpk. Tatang Johadi. Setelah ku bertemu dengan Pak Tatang Johadi selaku OPS, tugasku mulai ku kerjakan, namun setelah ku kerjakan dan bertanya, bertanya dan bertanya tentang pekerjaanku, hanya satu pekerjaan yang bermasalah, dan masalah itu harus diselesaikan ke Dinas,.
“walaaah kang, ini mah harus ke dinas, nanti operator dinas akan mereset NPSN yang dauble “ seru  Pa Tatang Johadi

“Dinas kan aga lumayan jauh, apa mungkin keburu,? Sekarangkan sudah jam 14:30, sedangkan Dinas pulang jam 15:00” Tanyaku dalam hati**

Akupun berputar arah untuk kembali pulang, disaat kuberjalan di atas aspal dan begitu panas teriknya matahari, sehingga melelehkan cairan dalam tubuhku dan mengalir dari ujung kepala ke ujung kaki.

“Toooot, Tooooooot, Toooooooot”

Ku tersentak oleh sebuah kendaraan yang begitu tinggi (mobil Pertamina) dipermukaan kendaraan yang ku naiki, dan ku tergiring ke samping sehingga terdiamnya kendaraan yang ku naiki.

“Astagfirullah,” mulutku berkata dan mengusap dadaku perlahan-lahan sambil mengatakan “sakmad doangan nyah ie mobil”

Haripun semakin sore, ku lanjutkan perjalanan pulangku, tiba-tiba masalahpun muncul kembali dari arah belakangku,

“tiiiiid, tidtiiiiiiiiiiid” terdengar suara telakson motor dibelakangku, ketika ku menengok ke belakang, tiba-tiba roda depan motor ku tergelincir ketika naik ke aspal, dan hampir saja ku terjatuh dari motor. Haripun semakin gelap, dan cuacapun tak bersahabat, sampainya ku di rumah, ku ketuk pintu 3x dari arah depan rumahku.

“Tuk, Tuk, Tuuk, assalamua’aikum” tak ada jawaban satu orangpun di dalam rumah
10 menit ku menunggu, datanglah Bibiku menghampiriku dan berkata,

“Vick, Ibu dan kakamu menengok teteh ke sajira, adik-adikmu semua pada main”
“lantas dirumah ada siapa Bii” seruku bertanya kepada Bibi..
“dirumah tak ada siapa-siapa Vick” Bibiku menjawab


“ya udah kamu tunggu di rumah bibi aja dulu, sebelum datang ibumu” seru bibiku

Terpaksa ku harus menunggu di rumah Bibiku, setibanya di kamar bibiku, terdengar suara dan bergetar pada kantong celanaku, sepertinya Hpku bunyi, bergegas ku ambil Hpku di kantong celanaku, mungkin ini ibu sms atau kakaku. Ketika ku buka sms ini, ternyata bukan dari ibuku, Namun ini sms dari kekasihku, setelah ku baca sms dari kekasihku, perasaan dan jiwaku terasa lemah yang tak berdaya ketika baca sms itu.
Ragapun semakin lemah dan lemah.
Dan ku balas sms darinya, ku kira ini hanyalah lelucon saja, yang seperti kejadian-kejadian yang dulu kami alaminya.

“Ya Allah apa maksud sms ini.?” Tanyaku pada diri ini.

setelah kami cekcok di depan Hp, kamipun tak ada yang mau mengalah, sehingga dia tetap ingin berpisah denganku, ku bertanya pada dirinya,
“kenapa kamu ingin pisah denganku, coba kamu pikirkan lagi”

”aku tidak mau lama-lama dalam hubungan ini, jika aku terus menerus menunggumu dalam 5 tahun aku tunggu, aku ingin kamu segera melamarku” jawaban darinya

Akupun terdiam dan bernapas dalam-dalam, dan  ku hembuskan napasku pelan-pelan sambil berkata..

“Aku belum siap untuk menikah” dadaku terasa DAG DIG DUG, ketika mendengar pertanyaan itu.

Sesudah kami cekcok dalam sms, diapun ahirnya minta PUTUS dari ku, sungguh aku katakana Berat meninggalkan kenangan-kenangan yang dulu kita lewati selama 1 tahun ini bersamamu. Tapi mau bagaimana lagi, keputusanmu sudah terikat pada dirimu, sehingga diriku hanya bisa menerima kenyataan saja.

Terdengar suara adzan, yang mengingatkan untuk shalat asar, sampai berhentinya suara adzan, aku tetap di depan Hp dan menunggu jawaban darinya, sehingga tak ada jawaban lagi darinya. Jam 16:45 ku pulang kerumah, dan banyak orang di rumahku yang baru pada datang dari Kp. Gedong Sajira, tibanyaku di rumah, yang pertama kali bertanya pada ku adalah orang tuaku,

“kamu kenapa vick”     Tanya ibu padaku
“aku ngga kenapa-napa bu” jawabku singkat,
“ya sudah kalau ngga kenapa-napa, Makan dulu sanah” jawab ibu ku
“masih kenyang bu”  dalam hatiku berkata “sebenarnya aku lapar bu tapi aku lagi ngga enak makan”  jawabku dengan nada lemas sambil masuk kamar, dan ku tutup pintu dengan keras, “Bruuuuug”  kakaku manghampiri kamarku, dan perhatian bertanya padaku.
“vick kamu ada masalah apa sebenarnya” dengan nada perhatiannya sama aku

Aku tak bisa bicara apa-apa dengan keluargaku, dengan kondisiku seperti ini, aku hanya bisa merenung, merenung, dan merenung. Hanya memikirkan satu masalah, yaitu “PERASAAN”

“torok tok tok tok, Dug, Dug, Dug” ku kira itu suara pintu, ketika ku menoleh keluar di jendela, ternyata itu suara Bedug mesjid dan melihat ke atas langit, mataharipun sudah mulai tenggelam, menandakan waktunya Magrib.

Malampun tiba,

“Vick yu kita makan” Tanya ibuku
“iya bu duluan aja” jawabku dengan lemas, sambil jalan menuju lemariku untuk mengambil ayat suci Al-Quran

Aku tak mau keluar dari kamarku, Aku Tak Bisa :’( dalam hatiku berbicara.
Tibalah temanku masuk kamarku, sebetulnya kamar ini kamarku, namun selama aku tinggal di sekolah, kamarku, aku minta sama temanku ditempati dan di jaga, ketika aku pulang kerumah, pasti aku langsung kekamar mengeram diri dikamar.
           
Temanku ini adalah Guru Ngaji di Ponpes Mulia Hai Insani, Ponpes ini milik Bupati Lebak H.Mulyadi Jayabaya,  namun sekarang kota lebak di pimpin oleh Bupati Lebak yang terpilih yaitu Hj. Iti Octavia Jayabaya merupakan putri dari H.Mulyadi Jayabaya.
           
Ketika Pengasuh / pengurus Ponpes Mulia Hati Insani, keluar dari Ponpes yang dulu ia Pimpin, setelah terpilihnya Bupati Lebak Hj. Iti Oktavia Jayabaya, Pengasuh Ponpes itu keluar, dan dengar-dengar katanya Ust. Deden selaku Pengasuh di Ponpes MHI, membuka Ponpes Modern di daerah Sajira, dan sampai sekarang berjalan.

            Temaku Ust. Baim selaku Ketua Ponpes Laki-laki, ikut keluar ketika dia tak pernah diperhatikan oleh Pengurus baru yang sekarang ini, ketika dirubahnya Konsep-konsep / peraturan tata tertib ponpes, para santri disanapun sudah mulai tak nyaman, hingga adiku Ajiyani pun keluar dari ponpes itu,
           
Sedikit ku tau tentang ponpes itu dari cerita temanku Ust. Baim, dan sekarang temanku, tinggal di rumahku dan menempati kamarku yang dulu aku tempati hingga sekarang ini, banyak pengalaman yang ku petik dari kehidupan temanku, ku tak sadari kehidupan dia sama précis dengan kehidupan di keluargaku, tak ku sangka dia begitu dekat dengan keluargaku, dan banyak membatu keluargaku.

Sedikit demi sedikit, ku melangkah ke hadapan temanku, ku membisikinya dengan nada perlahan-lahan ditelinganya, ku berkata..

“tadz bolehkah aku minta waktumu sebentar” tanyaku membisikinya dengan alunan nada yang santai.
“boleh, silahkan ada apa Vick” jawab temanku, sehingga ayat suci Al-Quran pun ia tutup sebentar.

Ku telah berdosa mengganggu temanku yang biasa ku panggil Ustadz,  sedang asik-asiknya membaca ayat suci Al-Qur’an.
“Dari mana aku akan mulai menceritakan tentang aku dan cw itu” dalam hatiku bertanya

            Akupun tak mampu untuk ungkapkan semua perasaanku yang selama ini aku pendam, tapi aku selalu mencoba untuk mengungkapkannya, ku menarik napas perlahan-lahan, dan mengeluarkannya dengan sangat cepat, sambil berkataaa “Huuuuuuuh”

            Tad gimana rasanya ente kalau diputusin pacar..? tanyaku pada temanku “baim” walaah kenapa kau tanyakan itu vik, sebenarnya ente mau cerita apa dengan ane vik.? Aku merasa malu dan gugup untuk menceritakan hal ini pada dia “Baim” tetapi aku selalu coba untuk menceritakannya perlahan lahan.
Tad “baim” ente taukan sama cewe ane..? tanyaku kembali
Iyaaa ane tau, ada apa dengan cewe kamu vik.? Jawab temanku dan memberikan pertanyaan pada ku.
           
            Dia tad “baim” …………… iya kenapa dengan dia.?
Dia “ceweku” minta putus dengan ane tad “baim”. Menjawab dengan lemas
loooh ko bisaaa, kenapa alasannya dia “cewe” minta putus darimu vik,? Temanku “baim” menjawab dengan nada yang keres
panjang ceritanya tad “baim” ceweku memberikan alasa yang singkat, dia “cewe” ingin hubungannya tak mau lama lama dengan ku, karna permintaan orang tuannya untuk tak lama lama berpacaran, dan keinginan orang tuannya agar kami secepatnya menikah.
tapi aku belum siap untuk menikah dengan keadaan usiaku yang masih muda. Dan akupun menolak dengan keinginan orang tuannya, lalu kamipun lepas kontek (komunikasi).

            Selama ku tak kontekan dengannya, aku dapat kabar dari tetehnya “ceweku” Vik kenapa dengan hubungan kalian, ada masalah apa terhadap kalian berdua.? Tanya teteh “ceweku” pada ku
Tanya aja sama orang tua teteh dan sama dia “ceweku”. Jabawku dengan kesal.
Kamu udahan dengan dia “cewemu”? saya liat kemaren malam dia “cewemu” jalan sama cowo lain, saya ga tau itu siapa. Ada apa sebenarnya?
Nanti juga teteh akan tau sebabnya kenapa.! Jawabku dengan lemas
Hmmm.. oia vik katanya dia “cewemu” mau pulang kerumah besok jam 04.00 pagi, sekitar jam 07.00 dia “cewemu” datang dirumah, saya harap kamu kerumah ya, soalnya dia berangkat dengan cowo itu. Tetehnya menyuruhku untuk datang kerumah jam 07.00 pagi.
Ok teh makasih infonya. Jawabku dengan singkat.

            Setibanya aku dirumah ceweku, ketika ku ketuk pintu rumahnya, tak ada satu orangpun yang menjawab dan tak ada yang membukakan pintu untuk kedatangan ku, setelah ku tunggu beberapa menit, datanglah orang tuannya “ceweku” di arah belakangku,.

eeeh ovik, ada apa viik? Tanya ibunya “ceweku” pada ku
Ga ada apa apa bu, boleh saya masuk bu.? Jawabku seolah olah aku tak mau ngobrol di luar.
ooh iya silangkah..! ibunya menyilahkan aku untuk masuk kedalam rumah.

            Setelahku ngobrol panjang dengan ibunya, tiba tiba terdengan suara motor di arah depan rumah. Padahal aku sudah tau bahwa mereka akan tiba di rumah. Ibu “ceweku” terdiam dan perlahan lahan mengeluarkan kata kata . “ko dia “ceweku” pulang hari ini, emang dia libur?
Mereka berduapun masuk kedalam rumah, ketika mereka masuk ke dalam rumah dan yang paling aku perhatiin muka ceweku yang kelihatan malu melihat aku ada dirumahnya.
Ko kamu ada disini? Ceweku bertanya dengan muka yang merah dan nada yang gugup
Kebetulan aku mampir kerumahmu, dan tak sengaja aku ingin sekali kerumahmu, ga tau kenapa..! padahal aku sudah tau maksudku.

            Dengan siapa kamu kesini.? Tanyaku pada dirinya “ceweku” dengan nada yang lembut sambil arahkan muka keatas
Sama temanku,! kenapa.? Jawab ceweku sambil bertanya.
Ga kenapa napa, suruh sini dong masuk jangan diluar. Jawabku sambil menyuruh cowonya untuk masuk.
Ketika dia “cowo itu” masuk dan aku bertanya tanya pada dirinya tentang kehidupan dirinya. Dan setelah ku fikir fikir dia lebih ingin serius untuk menikahi ceweku. Aku tak bias berbuat apa apa, dengan apa yang sudah dia “cowo itu” katakana pada diriku, sedangkan aku belum siap untuk menikah.
Dan tak tau kenapa orang tuanya bilang sama ku, bahwa orang tuanya juga lebih setuju pada laki laki itu untuk segera menikahi putrinya.

Vikk maaf jika ini membuat ovik merasa tidak enak di dengarr, dan bapa mohon maaf, yang sebesar besarnya, karna ini kemauan bapa untuk menikahkan putri bapa.
Aku tak bias menjawab apa apa jika sudah ada keputusan orang tuannya, aku hanya bias jawab “iya pa, jika itu kemauan bapa, dan demi kebahagiaan putri bapa, maka laksanakanlah. Yang penting mereka bahagia. Karena saya masih ingin mengejar karir saya, dan saya pun belum ada niat untuk menikah karna saya masih muda, dan Saya hanya bisa mendo’akan yang terbaik untuk mereka”

            Haripun semakin siang, dan aku pun sudah mulai tak nyaman didalam rumah, rasanya ingin terbang melayang diluar sanah. Ketika ku bertanya pada cowo itu…
Kamu sudah siap untuk menikah bang.? Tanyaku pada cowo temen ceweku (katanya)
Sudah, saya sudah menyiapkan untuk kedepannya.! Jawaban dari pacar ceweku.
Aku hanya tersenyum mendengar ucapan dari pacar ceweku, hehe :D lalu ku bertanya pada diriku sendiri ”looh ko bisa ya, mereka kan baru kenal 1 hari, ko dia berani bilang bahwa dia ingin menikahi ceweku dalam waktu 1 bulan. Orang toh saya juga belum bisa menentukan akan seperti apa saya kedepannya, ko dia sudah tau sih kedepannya dia akan seperti apa.???? Jadi bingung aku.. ya sudah laah, ini kan kemauan orang tuanya.

            Hari itupun aku pamitan untuk pulang kerumah, karena hari makin siang perutpun makin bersiul siul yang tak bisa di tahan laparnya.  
Ku putuskan untuk berhenti di tempat makan yang tak jauh dari arah rumahnya, setelah ku selesai makan, entah kenapa aku lupa membawa dompet ku, dan terpaksa aku harus menunda handphonku untuk jaminan makanku. Dan ketika ku bilang pada ibu ibu yang jualan nasi itu, bahwa aku tak membawa uang.
Bu maaf, saya lupa ga bawa uang, saya kira saya itu bawa uang, tapi uang saya ketinggalan, tapi ibu jangan hawatir, saya bawa HP ko untuk jaminan uang makan saya, nanti saya kesini lagi bu.

Dan ibu penjual nasi itu pun menjawab “sudah a, ga apa apa, ga usah di pikirin dan ga usah di bayar juga, jika si aa ga bawa uang maka inilah pengganti uang si aa”
Subhanallah, ternyata masih ada orang sebaik ibu penjual nasi yang harganya lebih murah dari pada penjual nasi di tempat aku kerja.
Bu terimakasih sudah memberikan nasi geratisnya pada saya, semoga kebaikian ibu akan terbalaskan oleh Allah SWT.” Amiin…!  Sambil ku berjalan dan menuju pulang..

            Itulah kenapa sebabnya ane putus dengan dia “ceweku” tad “baim”. Padahal ane juga berharap bersama dia “ceweku”, tapii ya mau bagaimana lagii mungkin sudah takdirnya kami akan berpisah pada waktu itu.
Ooh itu toh alasannya kenapa ente putusan dengan pacar ente..! jawab temanku sambil senyum senyum.
Sudah viik ga usah dipikirin, itu tanndanya Allah masih sayang pada dirimu untuk terus menggapai cita citamu sehingga kamu dipisahkan dengannya agar kamu focus akan tujuanmu (cita citamu) dan tak menggangu perjalananmu.
Iya tad “baim” makasih atas waktunya ente sudah memberikan solusi pada ku, untuk tetap tegar. Jawabku sambil mengeluarkan mata air dipipiku. :’(


Makasiih teman engkau selalu hadir dalam kesedihan dan kesenangan yang ku alami saat ini, dan engkau pula yang selalu memberikan solusi untuk hidupku, sehingga aku termotivasi untuk selalu menjadi orang tegar.